Pemilik Tahta Paling Diincar
Tahta terbesar dan paling diincar di negeri ini adalah “Presiden”, disana telah disediakan kekuasaan dan kejayaan yang sangat menggiurkan. Dibalik itu, terdapat banyak tugas dan tanggungjawab penting yang harus siap dipikul oleh sang pemilik tahta itu.
Ada yang datang dari berbagai latar belakang sedang mengincar tahta Presiden. Oleh karenanya, banyak orang berlomba-lomba menarik hati rakyat. Beragam janji manisnya bak sebuah rayuan yang sungguh menarik hati dan terdengar sangat luar biasa bukan?
1. Mempunyai visi dan misi yang logis
Setiap visi dan misi yang dipaparkan oleh calon presiden dibungkus dengan sangat menarik. Dimulai dari visi dan misi yang tampak biasa saja hingga di luar nalar. Pemimpin yang ideal harus mempunyai visi dan misi yang logis dan tidak asal-asalan yakni fokus mendorong perubahan/pengembangan yang dapat diperhitungkan dengan baik serta relevan dengan keadaan negeri ini. Kemudian implementasinya haruslah konkret, inovatif, dan mempunyai keberpihakkan kepada masyarakat. Bukan hanya sebatas untaian janji manis yang ujung-ujungnya tak dapat ditepati.2. Bersih dari korupsi
Kasus korupsi di Indonesia sudah berkembang hingga mencetak sebuah prestasi buruk. Menurut laporan Transparency International pada tahun 2022, Indonesia memiliki skor indeks persepsi korupsi (IPK) 34 dari skala 0-100. Skor ini menjadikan Indonesia sebagai negara terkorup ke-5 di Asia Tenggara. Korupsi adalah salah satu penghambat kemajuan suatu negara. Maka, pemimpin yang ideal harus mempunyai rekam jejak yang baik yakni bersih dari korupsi. Selain itu, ia harus punya keseriusan dan gebrakan melalui kebijakan yang dapat mengatasi persoalan korupsi di negeri ini secara riil.3. Mengupayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Secara Efektif
Berdasarkan data yang dirilis oleh Wordtop20.org pada tahun 2023, peringkat pendidikan Indonesia berada pada urutan 67 dari 209 negara di dunia. Dengan demikian, posisi Indonesia berada dibawah Singapura (21), Malaysia (38) dan Thailand (46). Meski sering gonta ganti kurikulum, kualitas pendidikan di Indonesia belum mengalami perubahan yang signifikan.Kualitas pendidikan sangat berpengaruh pada SDM yang dihasilkan. SDM yang berkualitas dapat menjadi fondasi suatu negara untuk maju. Negara maju, salah satunya China bisa sampai ke titik sekarang karena didukung oleh kualitas SDM mereka yang sangat berkualitas. Maka, pemimpin yang ideal harus punya terobosan agar dapat mengupayakan peningkatan SDM di negeri ini dengan tepat sasaran.
4. Mengupayakan kemajuan perekonomian Indonesia
Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan rakyatnya. Terdapat beberapa komponen yang dapat mempengaruhi kemajuan ekonomi negara yaitu sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), teknologi, modal, dll.Pemimpin yang ideal punya langkah efektif untuk dapat memanfaatkan berbagai komponen tersebut untuk meningkatkan berbagai sektor industri dalam negeri (pariwisata, hiburan, perdagangan, dll) serta memperbanyak lapangan pekerjaan. Tentunya kedua hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan negara. Selain itu, pemimpin yang ideal mempunyai keseriusan untuk berupaya mengurangi jumlah utang negara. Sebab utang yang terus menumpuk dapat melahirkan banyak masalah ekonomi.
5. Mempunyai rasa toleransi yang tinggi
Indonesia adalah rumah bersama, rumah bagi beragam keunikan yang terukir dalam berbagai perbedaan. Pemimpin yang ideal harus punya rasa toleransi yang tinggi agar dapat menerima berbagai perbedaan/keberagaman yang ada di Indonesia serta mampu merangkul semua lapisan masyarakat.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa masalah intoleransi (agama) cenderung mendapat respon yang lambat dalam penanganannya. Padahal masalah intoleransi tersebut adalah masalah serius sebab dapat mengancam persatuan dan kesatuan negara. Sehingga pemimpin yang ideal juga harus berkepala dingin, bergerak cepat, tegas, dan adil dalam menyikapi persoalan tersebut.
6. Mengupayakan penegakan hukum yang adil
Berdasarkan data pengaduan Komnas HAM Semester 1 Tahun 2023 menunjukkan ketidakprofesionalan/ketidaksesuaian prosedur oleh aparat penegak hukum menjadi salah satu poin yang banyak diadukan. Hal ini menunjukkan penegakan hukum dan pemenuhan hak-hak setiap warga negara belum optimal dilaksanakan di negeri ini.Tahta Presiden haruslah ditempati oleh seorang pemimpin yang tepat. Pemimpin yang tepat tentu akan membawa Indonesia ke arah yang lebih maju. Jadi, marilah kita menggunakan hak pilih dengan bijak dan jangan sampai terjerumus ke dalam golongan putih alias golput.
Daftar Pustaka
https://worldtop20.org/education-database/
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/02/02/indonesia-negara-terkorup-ke-5-di-asia-tenggara-pada-2022
https://www.komnasham.go.id/index.php/news/2023/8/28/2410/praktik-penegakan-hukum-masih-lemah-komnas-ham-optimistis-yuris-muda-adil.html
Komentar
Posting Komentar